Selamat Datang di Biro Belvalina Balikpapan

Biro Belvalina Balikpapan melayani dengan profesionalitas, kejujuran dan integritas.

Seminar Pasca Kampus 2020 Institut Teknologi Kalimantan

Team Belvalina dari Divisi Psikologi sebagai pemateri dalam Seminar Pasca Kampus 2020 di ITK.

Kunjungan Lokasi Untuk Pembuatan Dokumen TUKS PT. PLN Site Tanjung Batu

Team Belvalina dari Divisi Lingkungan melakukan kunjungan lokasi untuk pengambilan data penyusunan Dokumen TUKS PT. PLN (Persero) Tanjung Batu.

Rapat Pembahasan ANDAL Pembangunan Rumah Sakit OMNI Balikpapan

Team Belvalina dari Divisi Lingkungan melakukan rapat pembahasan ANDAL Pembangunan Rumah Sakit OMNI Balikpapan dengan TIM TEKNIS AMDAL Kota Balikpapan.

Psikotest PT. Multi Nitrotama Kimia Sanga-Sanga Kaltim

Team Belvalina dari Divisi Psikologi melakukan Psikotest calon karyawan PT. MNK sebanyak 76 orang.

Pengambilan Data Untuk Penyusunan Dokumen Analisa Sosial Ekonomi Yova Supermart Balikpapan

Tim BELVALINA melakukan kunjungan lokasi dan pengambilan data di Yova Supermart Balikpapan untuk penyusunan Dokumen Analisa Sosial Ekonomi

Kunjungan Lokasi Untuk Perijinan Dokumen UKL-UPL dan Izin TPS Limbah B3 PT. Tesco Indonesia

Tim BELVALINA melakukan kunjungan lokasi di PT. Tesco Indonesia untuk pengambilan data jasa pengurusan perijinan Dokumen UKL-UPL dan Izin TPS Limbah B3.

Kunjungan Lokasi Perijinan TPS Limbah B3 PT. Trakindo Utama Site Somber

Tim BELVALINA bersama TIM DLH melakukan kunjungan lokasi TPS Limbah B3 PT. Trakindo Utama.

Kunjungan Lapangan Untuk Penyusunan Dokumen TUKS PT. INDOEKA

Tim BELVALINA melakukan kunjungan ke lokasi TUKS PT. INDOEKA di Tenggarong Seberang untuk pengambilan data.

Kunjungan Lapangan Untuk Perijinan Pembuangan Air Limbah (IPLC) PT. Patra Jasa

Tim BELVALINA bersama TIM DLH Kota Balikpapan melakukan kunjungan lapangan untuk perijinan pembuangan air limbah di lokasi PT. Patra Jasa.

Kunjungan Lapangan Untuk Penyusunan Dokumen AMDAL PT. Balikpapan Forest Industries

Tim BELVALINA melakukan kunjungan lapangan untuk penyusunan Dokumen AMDAL PT. BFI berlokasi di PPU.

Peran Guru BK Untuk Identifikasi Perilaku Siswa Pengguna Narkoba


Patria Rahmawaty, S.Psi., M.MPd., Psikolog

A.    Latar Belakang Masalah
Masa remaja merupakan masa yang menyenangkan dalam fase kehidupan manusia dan tidak akan terulang untuk kedua kali. Masa remaja identik dengan perubahan baik secara fisik, psikologis dan sosial hingga dapat dikatakan masa remaja merupakan masa transisi yang syarat dengan ‘badai dan topan’. Perubahan-perubahan tersebut sangat mempengaruhi pola pikir mereka dan tidak jarang menimbulkan persolan baru dalam diri mereka apabila tidak menemukan jawaban atas persoalan yang ada. Mengingat masa remaja merupakan masa peralihan, tempat mereka bukan pada fase anak-anak maupun dewasa atau tua. Masa remaja sendiri berawal dari usia 12 tahun sampai 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai 22 tahun bagi pria.
Usia pada fase remaja merupkan usia sekolah di jejang pertama dan atas. Khusunya pada jenjang pertama ini akan membawa perubahan drastis dalam rutinitas persekolahan bagi siswa, karena mereka belum terbiasa dengan pergantian bidang studi dan tenaga pengajar dalam jadwal pelajaran. Namun, keberhasilan yang baik dijenjang pendidikan ini akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan mereka dikemudian hari.
Selain itu masa remaja, merupakan masa yang sangat berarti bagi perkembangan kepribadian seseorang. Mengingat pada masa ini mereka berada dalam proses pencarian identitas diri meskipun peran orang tua merupakan salah satu kontibutor dalam proses tersebut, namun sekolah sebagai pembentuk pola pikir akademis juga memberikan peran bagi perkembangan remaja sebagai siswa. Oleh karena itu, sekolah melalui pelayanan bimbingan harus lebih intensif dan lebih lengkap dibanding dengan pelayanan disatuan pendidikan dibawahnya untuk membantu siswa dalam mengatasi perubahan diri dan persoalan yang ditemukan.
Pentingnya masa ini terhadap perkembangan masa remaja tidak banyak diketahui oleh remaja itu sendiri. Masa ini juga merupakan masa pertumbuhan yang cepat dalam tinggi dan berat badan, kekuatan fisik serta dunia sosial. Para remaja pada umumnya sulit untuk membuka dirinya terhadap orang lain dan sulit mengetahui diri sendiri dalam proses perubahannya, mereka juga sulit dalam mengakui bahwa mereka membutuhkan bimbingan dan mereka menolak pertolongan dari orang dewasa.
Fase ini mereka cenderung untuk menjadi bagian dari salah satu kelompok yang dapat menerima diri dan mempunyai kesamaan dengan diri mereka. Adanya rasa nyaman dan dipercaya membuat mereka lebih banyak mengikuti anjuran dan ajakan dari kelompok mereka dengan sukarela. Tidak jarang kondisi nyaman mereka bertolak belakang dengan harapan orang tua dan kecemasan orang tua akan keterlibatan mereka pada persoalan-persoalan yang kerap menjadi bagian remaja, seperti perkelahian pelajar, kebiasaan merokok, pergaulan bebas, geng motor, kriminalitas remaja, rasa ingin tahu remaja pada perilaku seksual baik melalui buku maupun film, penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang tiap waktu presentase pelaku tersebut mengalami peningkatan.
Kesenjangan inilah yang membuat persoalan remaja semakin meluas. Remaja yang berstatus siswa saat ini merupakan banyak sebagai pelaku kenakalan remaja dengan berbagai alasan penyebab perilaku tersebut. Penyalahgunaan obat terlarang saat ini merupakan persoalan yang menjadi topik penting mengingat remaja merupakan pelanggan terbesar bagi pengedar. Peranan sekolah melalui guru Bimbingan Konseling menjadi salah satu ujung tombak dari sekian banyak aspek yang dapat membantu siswa mencegah timbulnya perilaku penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Hingga dibutuhkan ketrampilan dari guru Bimbingan Konseling terhadap pemahaman tentang obat-obatan terlarang dan pendekatan secara psikologis bagi para siswa.

B.    Penyebab siswa menyalahgunaan obat-obatan terlarang, diantaranya sebagai berikut :
1. Indentitas diri (konsep diri) masih lemah.
Kurang memahami kekuatan dan kelemahan diri membuat remaja merasa canggung dalam bersikap dan mudah mendapatkan pengaruh dari lingkungan sekitar.
2. Rasa percaya diri rendah.
Remaja kurang berani untuk menolak ajakan dari orang lain untuk melakuksan hal-hal yang sifatnya negatif. Perlu membiasakan untuk berkata ‘tidak’ atas sesuatu yang dapat merugikan diri sendiri.
3. Situasi keluarga kurang harmonis.
Persoalan yang ada didalam keluarga membuat anak merasa diabaikan dan kurang diterima. Timbul perasaan kurang aman dan nyaman dalam keluarga sendiri.
4. Pengaruh teman sebaya.
Keinginan untuk menjadi bagian dalam satu kelompok agar diterima dan diakui keberadaannya remaja cenderung mengikuti pola yang ada dalam kelompok terebut.
5. Kurang mampu beradaptasi dengan lingkungan.
Kurang meyakini kemampuan diri sendiri mengakibatkan tumbuhnya perasaan rendah diri hingga remaja cenderung membatasi diri dalam pergaulan sosial agar tidak menunjukan keterbatasan yang ada didiri mereka hingga mereka lebih baik bersikap menutup diri dan membatasi ruang interaksi dengan orang sekitar.
6. Minimnya kepedulian dari masyarakat sekitar.
Munculnya individualisme dalam lingkungan sosial mengakibatkan masyarakat kurang peka dengan kondisi sekitar. Asumsi silaturahmi untuk kepentingan pribadi dan golongan tertentu
7. Kurang bersikap terbuka dan komunikatif dalam anggota keluarga.
Perubahan sosial dalam lingkungan keluarga mengakibatkan bergesernya beberapa peran dan fungsi dalam keluaga itu sendiri. Kelekatan dalam keluarga beralih pada figur-figur diluar keluarga inti kepada figur luar yang dianggap mampu menumbuhkan kesan nyaman bagi anggota keluarga.

C.    Pola Pemakai Obat-obata Terlarang
Ada beberapa pola pemakaian obat-obatan terlarang yang sering dilakukan oleh pengguna, diantaranya adalah :
1. Pola coba-coba, yaitu karena iseng atau rasa ingin tahu. Biasanya karena faktor            pengaruh teman sebaya dengan membujuk atau mengiming-imingi.
2. Pola pemakaian sosial, yaitu agar diterima dalam suatu kelompok dan       mendapatkan pengakuan.
3. Pola pemakaian situasional yaitu menggunakan karena faktor keadaan terutama   dalam kondisi tertekan dan penuh persoalan. Tujuannya untuk mencari ketenangan sesaat dan memanipulasi diri.
4. Pola kebiasaan, yaitu karena terbiasa menggunakan secara rutin dan mengalami       perubahan gaya hidup.
5. Pola ketergantungan, yaitu pemakai menggunakan narkoba sebagai salah satu            kebiasaan. Timbul perilaku negatif untuk mendapatkan narkoba.

D.    Ciri-ciri Pengguna Obat-obatan terlarang.
Secara umum kondisi tersebut dibagi dalam dua golongan utama yaitu :
1. Secara Fisik :
Muka terlihat pucat, terkadang muka merah, kulit terasa dingin, berkeringat, badan lemas, suka menguap, mengantuk, penampilan kucel/jorok,bicara tidak jelas, jarang mandi, dilengan tangan terdapat bekas suntikan,suka dengan jenis musik ritme keras dan cepat, suka keluar malam, sering bolos,dan suka mencuri untuk mendapatkan barang.
2. Secara psikologis :
mudah marah, tersinggung,suka menyendiri, agresif untuk mendapatkan sesuatu, kurang fokus/konsentrasi, tidak jujur/sering berbohong,cenderung menutup diri, membatasi dalam pergaulan, tidak bersemangat, motivasi belajar menurun, kurang disiplin, nilai ulangan di sekolah menurun, mencari teman baru dan sering berkumpul dengan siswa/orang yang bermasalah, menghindari kontak mata saat berbicara, sering menghindari berkumpul dengan orang tua, meninggalkan hobi yang dulu ditekuni, sering membela diri (self defend tinggi), impulsif dan agresif.

E.    Dampak pengguna obat-obatan terlarang.
Penggunaan obat-obatan terlarang memberikan efek negatif bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan psikologis seseorang, diantaranya adalah :
1. Secara fisik
    mengalami perubahan pada badan bahkan mengarah pada gangguan     kejiwaan,       suka bolos, mudah mengantuk,
2. Secara psikologis :
Mengalami hambatan dalam berkomunikasi, asosial, motivasi belajar menurun, prestasi belajar turun, kurang konsentrasi, cenderung memanipulasi diri, hubungan dengan keluarga renggang, muncul perilaku-perilaku agresif, emosional labil, pendiam.

F.     Layanan-Layanan Bimbangan Konseling di Sekolah



Ada tujuh layanan didalam bimbingan dan konseling diantaranya layanan orientasi, layanan informasi, layanan penempatan dan penyaluran, layanan penguasaan konten, layanan konseling perorongan, layanan bimbingan kelompok, layanan konseling kelompok.
1. Layanan Orientasi
Layanan orientasi di sekolah ditunjukan untuk siswa baru dan untuk pihak-pihak lain (terutama orang tua siswa) guru memberikan pemahaman dan penyesuaian diri (terutama penyesuaian siswa) terhadap lingkungan sekolah yang baru dimasukinya. Hasil yang diharapkan dari layanan orientasi ialah dipermudahnya penyesuaian siswa terhadap pola kehidupan sosial.
2. Layanan Informasi
Layanan informasi bertujuan untuk membekali individu dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri, merencanakan dan mengembangkan pola kehidupan pelajar, anggota keluarga, dan masyarakat-masyarakat.
3. Penempatan dan Penyaluran
Berbagai hal seperti kemampuan, bakat, dan minat tidak tersalurkan secara tepat. Kondisi seperti ini mengakibatkan siswa yang bersangkutan tidak dapat berkembang secara optimal. Layanan penempatan dan penyaluran memungkinkan siswa memperoleh penempatan dan penyaluran secara tepat sesuai potensi, bakat, minat dan kondisi pribadi.
4. Layanan Pembelajaran
Layanan pembelajaran merupakan suatu layanan bantuan kepada siswa baik sendiri maupun dalam kelompok untuk menguasai kemampuan atau kompetensi tertentu melalui kegiatan belajar. Dalam penguasaan konten (kemampuan atau kompetensi) oleh siswa akan berguna untuk menambah wawasan dan pemahaman, mengarahkan penilaian dan sikap, menguasai cara-cara tertentu dalam rangka memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalah-masalahnya
5. Layanan Konseling Perorangan
Layanan konseling perorangan memungkinkan siswa mendapatkan layanan langsung secara tatap muka dengan guru pembimbing dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahannya. Fungsi utama bimbingan yang didukung oleh layanan konseling perorangan ialah fungsi pengentasan.
6. Layanan Bimbingan Kelompok
Layanan bimbingan kelompok dimaksudkan untuk memungkinkan siswa secara bersama-sam memperoleh berbagai bahan dari nara sumber (terutama dari guru pembimbing) yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari baik sebagai individu maupun sebagai pelajar, anggota keluarga, dan masyarakat.
7. Layanan Konseling Kelompok
Layanan konseling kelompok memungkinkan siswa memperoleh kesempatan bagi pembahsan dan pengentasan masalah yang dialami melalui dinamika kelompok. Layanan konseling kelompok merupakan layanan konseling yang diselenggarakan dalam suasana kelompok. fungsi utama bimbingan yang didukung oleh layanan konseling kelompok ialah fungsi pengentasan.
a. Layanan Konsultasi
    Layanan konsultasi merupakan layanan konseling yang dilaksanakan oleh    konselor terhadap siswa yang memungkinkannya memperoleh wawasan,       pemahaman dan cara-cara yang perlu dilaksanakannya dalam menangani kondisi atau permasalahan pihak ketiga.
b. Layanan Mediasi
    Berbeda dengan layanan yang lain terutama layanan konseling perorangan   dalam layanan mediasi konselor atau pembimbing menghadapi klien atau siswa      yang terdiri atas dua pihak atau lebih, dua kelompok atau lebih. Dengan      perkataan lain, kombinasi antara sejumlah individu atau kelompok.
                                    
G.    Hambatan dalam Bimbingan Konseling di sekolah selama ini:
Idealnya pelaksaaan bimbingan konseling disekolah dapat mencapai target untuk mengatasi berbagai persoalan psikologis yang ada dalam kehidupan remaja sebagai siswa. Namun kenyataanya masih banyak kendala yang dihadapi oleh guru Bimbingan Konseling dalam mennjalankan tugasnya terutama mengatasi masalah-masalah penyalah gunaan obat-obatan terlarang.
1. Keterbatasan pengetahuan tentang berbagai jenis obat-obatan terlarang hingga                proses informatif kepada siswa juga mengalami hambatan.
2. Masih ada guru Bimbingan Konseling yang bukan dari latar belakang Bimbingan          Konseling hingga mereka mengalami kesulitan dalam melakukan praktek            konseling. Bahkan tidak jarang terjadinya pembocoran masalah dari pihak BK     kepada orang-orang yang tidak mempuyai kepentingan.
3. Sarana dan prasarana yang kurang memadai dalam proses konseling.
4. Ada perasaan cemas/takut dari pihak siswa untuk menceritakan persoalannya    terutama yang berhubungan dengan obat-obatan terlarang.
5. Ada kecemasan dari guru BK tentang aspek hukum apabila siswanya terlibat      dalam kasus obat-obatan terlarang.

H.    Penanggulangan Penyalahgunaan Obat-obatan terlarang di Sekolah
Setelah kita memahami berbagai persoalan yang berhubungan dengan penyalahgunaan obat-obatan terlarang, maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya perilaku tersebut, diantaranya:
1. Memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami kepada siswa agar mereka         dapat mengetahui dampak negatif bagi pengguna obat-obatan terlarang.
2. Mencari sumber masalah yang dihadapi siswa, bukan hanya terpusat pada         masalah yang nampak saat itu.
3. Melakukan pendekatan psikologis secara personal kepada siswa yang bermasalah       agar tumbuh kepercayaan dan keterbukaan untuk menggali persoalan yang        dihadapi.
4. Diskusikan masalah siswa dengan orang tua dan guru kelas tanpa melibatkan   unsur-unsur yang tidak memiliki hubungan dengan masalah tersebut gunanya     untuk menghindari timbulnya asumsi negatif dan kesenjangan sosial.
5. Bila siswa terindikasi penyalahgunaan obat-obatan terlarang maka lakukan        pengetesan secara medis dan apabila positif maka perlu direhabilitasi dengan      melibatkan pendekatan psikologis.
6. Memberikan kesempatan bagi siswa yang pasca rehabilitasi untuk belajar tanpa            adanya diskriminasi bahkan perlu untuk membantu meningkatkan rasa percaya          diri mereka kembali.
7. Memberikan metode pembelajaran tentang obat-obatan terlarang secara persuasif,       menarik dan bila perlu menggunakan studi kasus.
8. Membuat iklim sekolah yang kondusif bebas obat-obatan terlarang dengan          berbagai kegiatan positif sebagai eksplorasi diri / potensi siswa.
9. Membuat jalur koordinasi yang jelas untuk penanganan siswa yang sudah positif          terkena obat-obatan terlarang.


Dari penjelasan singkat diatas dapat disimpulkan bahwa remaja sebagai siswa merupakan salah satu pengguna penyalah gunaan obat-obatan terlarang mengingat mereka pada fase transisi. Perubahan diri fisik dan psikologis menimbulkan persoalan tersendiri termasuk dalam proses belajar hingga besar peran guru BK untuk membantu dalam mengatasi persoalan yang ada disekitar dirinya.


Tips Menembus Dunia Kerja


     
Patria Rahmawaty, S.Psi., M.MPd., Psikolog


    Didalam dunia kerja, khususnya mengenai banyak dijumpai kasus gagalnya pelamar kerja dalam seleksi karyawan diberbagai perusahaan atau instansi. Banyak pandangan yang ada didalam masyarakat bahwa kegagalan dalam mencari pekerjaan disebabkan oleh tidak adanya koneksi orang dalam atau keberuntungan. Anggapan ini tidak selamanya benar ! Banyak faktor yang berpengaruh dalam hal ini, antara lain : kurangnya kemampuan, terlalu tinggi jabatan yang dilamar, kurang persiapan dalam menghadapi seleksi.
     Beranjak dari kasus ini, maka perlu kiat khusus dalam menghadapi seleksi penerimaan karyawan agar dapat memperbesar peluang kita untuk lulus seleksi. Adapun beberapa tips tahapan dalam mencari lapangan pekerjaan antara lain :

Lowongan Kerja dan Membuat Surat Lamaran Kerja

    Lowongan kerja biasanya dapat kita jumpai di pengumuman, iklan media massa atau informasi dari mulut ke mulut. Untuk memutuskan lowongan itu sesuai dengan anda atau tidak, perlu sekiranya kita mengenali jabatan yang ditawarkan, informasi perusahaan yang akan kita masukan lowongan, persyaratan pendidikan, kemampuan khusus yang diperlukan atau persyaratan lain yang dibutuhkan.

     Tahapan selanjutnya, membuat surat lamaran pekerjaan. Hal ini sangat penting karena di surat lamaran ini anda akan memperkenalkan diri sebagai calon tenaga kerja pada perusahaan yang bersangkutan. Sehingga apa yang anda tulis hendaknya mencerminkan diri anda yang memiliki kelebihan, profesionalisme dalam bekerja, kemampuan, keahlian dan keterampilan khusus yang anda punya sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilamar. Perlu diperhatikan dalam membuat surat lamaran diantaranya sebagai berikut :
  • Jabatan yang dilamar.
  • Alamat perusahaan dan alamat pengirim jelas.
  • Persyaratan yang dilampirkan sesuai dengan permintaan.
  • Bahasa dan tulisan yang singkat juga jelas, yang merupakan gambaran dari identitas pelamar dan kualifikasi yang spesifik dan jelas pula.

     Setelah lamaran pekerjaan ditanggapi oleh perusahaan, biasanya kita akan menghadapi beberapa tahapan selanjutnya antara lain : interview/wawancara dan menjalani berbagai macam tes seleksi/test recruitment yang ada.




Tes Recruitment

     Biasanya testing ini meliputi test tentang pengetahuan yang sesuai dengan lowongan kerja, antara lain berisi : tes pengetahuan umum, tes ketrampilan, tes intelegensi, tes minat bakat, tes kemampuan khusus, tes kepribadian. Psikotest ini diberikan dengan melihat fungsi dan tujuannya, terkadang sesuai dengan kriteria perusahaan.

Kiat khusus dalam mengerjakan Psikotest :

  • Konsentrasi dan rileks.
  • Kerjakan psikotest sesuai dengan instruksi, tanpa harus meninggalkan keseriusan dalam mengerjakan soal.
  • Kerjakan soal berdasarkan urutan yang dianjurkan oleh instruktur.
  • Jangan jadikan psikotest ini sebagai beban, karena psikotest bukanlah ujian sekolah. Dimana yang mendapat nilai 10 atau paling tinggi yang akan diterima sebagai karyawan.
  • Berikan jawaban sesuai dengan apa yang ada dalam diri anda tanpa harus terpengaruh dengan keadaan lingkungan disekeliling anda. Ada beberapa dari jenis psikotest (Tes Kepribadian) yang tidak membutuhkan jawaban benar-salah.

Wawancara atau Interview

     Wawancara atau interview seringkali digunakan oleh perusahaan tertentu dalam proses pencarian tenaga kerja. Ada beberapa tahap interview yang dilakukan perusahaan, antara lain:

  • Preliminary Interview  Yaitu awal pertemuan antara wali perusahaan dengan pelamar. Pada tahapan ini dilakukan wawancara permulaan untuk mengetahui gambaran awal tentang si pelamar.
  • Depth Interview  Yaitu wawancara yang bertujuan untuk mengetahui motivasi, minat, kemampuan calon karyawan. Wawancara ini dilakukan setelah pemberian tes kemampuan teknis dan tes psikologolis. Wawancara ini berguna untuk mengecek hasil dari tes kemampuan teknis dan tes psikologis.
  • Job-offer Interview  Yaitu wawancara yang dilakukan sebelum karyawan menjalani kewajibannya sebagai karyawan. Salah satu berisi pembicaraan tentang gaji, fasilitas dan tunjangan-tunjangan yang diberikan perusahaan. 

     Ada beberapa yang perlu dilakukan dalam menghadapi wawancara, baik persiapan fisik maupun mental. Persiapan fisik menyangkut persiapan tentang penampilan dan sikap saat proses interview berlangsung.

Hal yang diperlukan saat akan interview :
  • Penampilan yang bersih dan sopan.
  • Sikap duduk yang tegap, tidak santai/bersikap loyo.
  • Pada saat kita berkomunikasi sebaiknya pandangan mata anda melihat pada pewawancara tetapi tidak melotot dan tidak melihat sekeliling ruangan.
  • Jangan gusar dan memainkan "sesuatu" saat kita diwawancara.
  • Menggunakan bahasa yang sopan, tegas dan jelas.


Agar sukses dalam menghadapi wawancara, ada beberapa kiat khusus yaitu :

  • Dapat memahami pewawancara yang ingin mengetahui data tentang diri anda sehingga kita wajib memberikan keterangan selengkap mungkin.
  • Ikuti alur pembicaraan dengan seksama dan dengan perhatian. Diusahakan anda tidak pasif/diam tapi juga terkesan mendominasi pembicaraan.
  • Jawab pertanyaan-pertanyaan yang anda kuasai dan hindari perdebatan.
  • Beri kesan bahwa pewawancara lebih menguasai pembicaraan dari pada anda.
  • Berikan kesan bahwa anda sanggup membela perusahaan atau loyal.


Pertanyaan-pertanyaan yang biasa diberikan dalam wawancara :

  • Motivasi kerja. Hal ini untuk mengetahui tujuan pelamar mencari pekerjaan. Jawaban yang biasa diberikan pelamar antara lain : untuk mengisi waktu luang, asal dapat pekerjaan, atau pekerjaan ini sesuai dengan kemapuan dan merupakan tantangan untuk berprestasi.
  • Gaji.  Biasanya dikompromikan dengan pewawancara atau wakil perusahaan sebagai calon karyawan. Strategi dalam menjawab pertanyaan ini, hendaklah dijawab dengan mementingkan pekerjaan, karena hal ini lebih dihargai oleh perusahaan yang bersangkutan.
  • Penguasaan bidang kerja.  Pertanyaan ini akan menentukan sikap profresionalisme anda. Dapat dijawab jika anda menguasai dan memahami pekerjaan yang andaminati.
  • Logika.  Anda harus belajar menjawab pertanyaan yang diajukan tanpa mengada-ada atau mengira-ngira karena hal ini merupakan cerminan dari kedewasaan.
  • Karakter probadi.   Biasanya dipertanyakan tentang apa kelemahan dan kelebihan anda. Hal ini bertujuan untuk mengukur diri anda. Jawaban yang diharapkan adalah jawaban yang cenderung kearah apa yang mampu lebih anda kerjakan.
  • Kesahataan.   Jelaskan bahwa anda tidak terlalu terganggu oleh kesehatan walaupun anda memiliki penyakit. 


     Semua tahapan yang telah dijelaskan adalah beberapa tahapan yang digunakan oleh beberapa perusahaan secara garis besar. Hendaknya dalam menghadapi seleksi karyawan anda sebagai calon karyawan memiliki kepercayaan diri tentang potensi yang ada dalam diri anda. Hanya dengan motivasi dan kemauan keras, anda dapat menunjukan sikap profresionalisme dalam bekerja.

    Pada dasarnya perusahaan yang bagus selalu memakai semboyan "The Ringht Man In The Right Place"  yang memandang karyawan dari sikap kerja yang effisien dan kepuasan karyawan dalam bekerja, yang tidak hanya berdasarkan kecakapan dan keterampilanya tapi juga kepribadian yang baik dalam bekerja.


Oleh : Patria Rahmawaty, S.Psi., M.MPd., Psikolog




Proposal Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS)




Pelabuhan merupakan tempat yang terdiri atas daratan dan/atau perairan dengan bats-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik turun penumpang, dan/atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi.

Sedangkan pengertian Terminal Untuk Kepentingan Sendiri adalah terminal yang terletak di dalam Daerah Lingkungan Kerja dan Daerah Lingkungan Kepentingan pelabuhan yang merupakan bagian dari pelabuhan untuk melayani kepentingan sendiri sesuai dengan usaha pokonya.

(Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 20 Tahun 2017 Tentang Terminal Khusus dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri.)

Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) bertujuan untuk menunjang usaha atau kegiatan tertentu di dalam daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan. Dalam hal ini biasanya digunakan untuk menunjang usaha anak perusahaan sesuai dengan pokok yang sejenis dan pemasok bahan baku dan peralatan penunjang produksi untuk keperluan badan usaha yang bersangkutan. Kegiatan tertentu tersebut antara lain pertambangan, energi, kehutanan, pertanian, perikanan, industri, pariwisata dok dan galangan kapal dan kegiatan lainnya yang dalam pelaksanaan kegiatan pokonya memerlukan fasilitas dermaga.

Adapun persyaratan/persetujuan pengelolaan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) antara lain :
  • Bukti kerjasama dengan penyelenggara Pelabuhan;
  • Data Perusahaan yang meliputi akta perusahaan, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan Izin Usaha Pokok lainnya;
  • Gambar tata letak lokasi terminal untuk kepentingan sendiri dengan skala yang memadai, gambar konstruksi dermaga, dan koordinat geografis letak terminal untuk kepentingan sendiri;
  • Bukti penguasaan lahan/tanah;
  • Proposal Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) ;
  • Rekomendasi dari Syahbandar pada Pelabuhan setempat;
  • Berita acara hasil peninjauan lokasi oleh tim teknis terpadu;
  • Studi Lingkungan yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  • Laporan keuangan 1 (satu) tahun terakhir yang diaudit oleh kantor akuntan publik terdaftar ; dan
  • Memiliki modal disetor minimal Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
  • Studi Kelayakan yang paling sedikit memuat : - Rencana volume bongkar muat bahan baku, peralatan penunjang dan hasil produksi, serta frekuensi kunjungan kapal di Terminal untuk Kepentingan Sendiri; - Aspek ekonomi dan finansial yang berisi tentang efisiensi dibangunnya Terminal untuk Kepentingan Sendiri dan Aspek lingkungan; dan - Aspek keselamatan dan keamanan pelayaran di Terminal untuk Kepentingan Sendiri.

         
Salah satu persyaratan pengelolaan Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) yaitu adalah pembuatan Proposal TUKS. Menurut PM 20 Tahun 2017 proposal dimaksud paling sedikit memuat :
  • Maksud dan Tujuan pengelolaan terminal untuk kepentingan sendiri.
  • Prediksi jenis dan jumlah Bahan Baku yang digunakan.
  • Prediksi jenis dan jumlah Peralatan Penunjang hasil produksi.
  • Prediksi jenis dan jumlah Hasil Produksi.
  • Prediksi jenis, ukuran, dan jumlah kapal/tongkang yang akan digunakan.
  • Prediksi jangka waktu penggunaan Terminal untuk Kepentingan Sendiri.




Tag :
Konsultan Lingkungan Balikpapan
Terminal Untuk Kepentingan Sendiri
TUKS
Pelabuhan
Balikpapan
Proposal TUKS
Studi Kelayakan TUKS

Pengelolaan Limbah Cair Pada Kegiatan Laboratorium Klinik

   Air limbah yang dibuang langsung  ke  badan air (drainase) akan mencemari badan air, karena air limbah banyak mengandung zat organik yang akan menjadi nutrien bagi microorganisme, yang mendorong pertumbuhan alga sehingga terjadi blooming, perombakan zat organik oleh bakteri aerob yang akan menyebabkan habisnya oksigen terlarut dalam badan air sehingga aquatik life akan mati, bakteri anaerob pun bekerja sehingga melepaskan gas H2S, yang menimbulkan bau (tickell).
   Pengelolaan limbah cair yang dilakukan pada kegiatan Laboratorium Klinik yaitu dengan system IPAL dengan menggunakan sistem biofilter anaerob – aerob. Dan juga dibuatkan IPAL Komunal yang digunakan untuk menampung limbah cair bila dari septitank biofilter tadi penuh, dan luberan limbah tinja (black water) tersebut dapat dialirkan atau ditampung di IPAL Komunal sebelum disalurkan ke drainase agar aman dan tidak berbau. Selain itu limbah cair (grey water) yang tidak ditampung septitank biofilter dapat juga dialirkan ke IPAL Komunal sehingga menjadi lebih aman untuk lingkungan dan tidak berbau.

Diagram Alur Pengolahan Limbah Cair
Keterangan :
1. Pengolahan air limbah laboratorium klinik dilakukan dengan cara dipisahkan dan ditampung, kemudian diolah secara kimia-fisika, selanjutnya air olahannya dialirkan bersama-sama dengan air limbah yang lain.

2.   Air limbah yang berupa pelarut yang bersifat B3 (Bahan Bahaya Beracun) antara lain chloroform, antiseptic, asam, obat/bahan kimia kadaluarsa, dll dilakukan dengan cara ditampung dengan tempat yang telah disediakan dan kemudian akan diambil oleh pihak lain yang telah berijin KLH RI.


Sistem yang digunakan pada kegiatan medis biasanya menggunakan teknologi pengolahan air limbah secara biologis dengan menggunakan tiga tahapan yaitu tahap primary treatment, secondary treatment, dan tahap tritary treatment yang dijelaskan sebagai berikut :
1).       Primary Treatment
Pada tahap primary treatment akan dilakukan proses fisik yaitu proses pengendapan dan pengapungan. Pada tahap ini dilakukan pengolahan yang berbeda dan disesuaikan berdasarkan jenis limbah yang dihasilkan. Pada tahap ini dibagi menjadi dua tahapan yaitu :
a.      Tahap Pengolahan Fisik Pertama
Pengolahan limbah cair yang dihasilkan pada aktivitas laboratorium akan diolah pada proses fisika kimia. Pada proses fisika, air limbah tersebut akan dilakukan metode filtrasi yaitu menyaring sampah kasar dan proses kimia dengan menambahkan NaOH dan adiktif kongulant untuk menetralkan kandungan pH yang ada pada kandungan air limbah tersebut. Setelah melalui proses ini air limpasan akan dialirkan menuju bak ekualisasi. Sedangkan untuk limbah cair pelarut (B3) yang dihasilkan pada laboratorium akan ditampung pada tampungan yang kemudian akan diserahkan ke pihak lain yang telah berijin KLH.
b.      Tahap Pengolahan Fisik Kedua
Bak Ekualisasi ini berfungsi menampung air sebelum dilakukan pengolahan lebih lanjut. Bak Ekualisasi ini dimaksudkan untuk menangkap benda kasar yang mudah mengendap yang terkandung dalam air, seperti pasir atau dapat juga disebut partikel diskret. Penggunaan unit Ekualisasi selalu ditempatkan pada awal proses pengolahan air, sehingga dapat dicapai penurunan kekeruhan. Ekualisasi merupakan bak pengendapan material pasir dan lain-lain yang tidak tersaring pada screen, serta merupakan pengolahan fisik kedua.
2).       Secondary Treatment
Pada tahap secondary treatment akan dilakukan proses pengelolaan limbah secara biologis dengan menggunakan metode anaerob dan aerob, metode secondary treatment ini berupa :
a.      Biofilter Anaerob
Air limpasan dari bak ekualisasi selanjutnya dialirkan ke bak kontaktor anaerob dengan aliran dari atas ke bawah. Di dalam bak kontaktor anaerob tersebut berupa sekat dan terdapat lubang-lubang yang dibuat menggunakan pipa dan pada bagian atas diisi dengan media dari batu kerikil sebagai media filter. Air buangan yang melalui media kerikil yang terdapat pada biofilter mengakibatkan timbulnya lampisan lender yang menyelimuti kerikil atau yang disebut juga biogical film, air limbah yang masih mengandung zat organic yang belum terurai pada bak pengendapan bila melalui lapisan lender ini akan mengalami proses penguraian secara biologis.
b.      Biofilter Aerob
Air limpasan dari bak kontaktor anaerob dialirkan ke bak kontaktor aerob. Di dalam  bak kontaktor aerob ini diisi dengan media dari bahan plastik tipe sarang tawon, sambil diaerasi atau dihembus dengan udara sehingga mikro organisme yang ada akan menguraikan zat organik yang ada dalam air limbah serta tumbuh dan menempel pada permukaan media sarang tawon. Dengan demikian air limbah akan kontak dengan mikro-organisme yang tersuspensi dalam air maupun yang menempel pada permukaan media sarang tawon yang mana hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi penguraian zat organik, deterjen serta mempercepat proses nitrifikasi, sehingga efisiensi penghilangan ammonia menjadi lebih besar. Proses ini sering di namakan Aerasi Kontak (Contact Aeration).
3).       Tritary Treatment
Pada tahap triary treatment akan dilakukan proses kimia yaitu penambahan zat kimia dan pengontrol efektifitas pengelolaan limbah pada IPAl dengan menggunkan indikator ikan pada bak ikan. Proses tritary treatment yaitu:
a.      Bak Pengumpul Akhir
Dari bak aerasi, air dialirkan ke bak pengendap akhir. Di dalam bak ini lumpur aktif yang mengandung massa mikro-organisme diendapkan dan dipompa kembali ke bagian inlet bak aerasi dengan pompa sirkulasi lumpur ntuk menjaga kestabilan jumlah bakteri yang hidup pada media sarang tawon. Sedangkan air limpasan (over flow) dialirkan ke bak inidikator ikan.
b.      Bak Desinfeksi Chlorin
Di dalam bak kontaktor khlor ini air limbah dikontakkan dengan senyawa khlor untuk membunuh micro-organisme patogen. Air olahan, yakni air yang keluar setelah proses khlorinasi dapat langsung dibuang ke sungai atau saluran umum. Dengan kombinasi proses anaerob dan aerob tersebut selain dapat menurunkan zat organik (BOD, COD), ammonia, deterjen, padatan tersuspensi (SS), phospat dan lainnya. Sehingga air limbah buangan domestik tidak mencemari lingkungan sekitar.


"Biro Konsultan BELVALINA (Konsultan Perijinan Lingkungan Balikpapan)"

Tags :

Konsultan Lingkungan Balikpapan
Konsultan Lingkungan
AMDAL
UKL-UPL
Konsultan Belvalina Balikpapan
Perijinan Lingkungan
Konsultan AMDAL Balikpapan
Konsultan UKL-UPL Balikpapan

Cerdas Dalam Memilih Sekolah Bagi Anak


(Image by freepik.com)
Beberapa bulan lagi pelajar akan memasuki tahun ajaran baru. Para orang tua mulai sibuk untuk memilih sekolah yang tepat bagi putra putri mereka. Apalagi saat ini banyak bermunculan sekolah-sekolah yang mengklaim sekolah mereka sebagai sekolah unggulan atau favorit dikarenakan berbagai fasilitas yang mereka miliki serta beragam daya tarik yang ditawarkan oleh pihak sekolah untuk mencari siswa.

Kondisi seperti ini harus membuat para orang tua lebih jeli dan berhati-hati dalam menentukan jenis sekolah. Jangan hanya karena biaya sekolah mahal yang menjadi acuan untuk memilih sekolah namun juga harus memperhatikan beberapa aspek. Terlebih lagi saat ini banyak sekolah-sekolah ternama yang mendapat sorotan dari masyarakat karena permasalahan yang terjadi dilingkungan sekolah. 

Oleh karena itu orang tua hendaknya harus mengenal dengan baik sekolah yang akan dipilih untuk putra putrinya. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam memilih sekolah, diantaranya :
  1. Kenali terlebih dahulu sekolah yang ingin dipilih, namun sebelum mendaftar coba cari tahu tentang keadaan sekolah tersebut (sharing pengalaman).
  2. Coba lihat beberapa sekolah sebelum mengambil keputusan.
  3. Pilih sekolah yang sesuai dengan kebutuhan anak.
  4. Jangan paksakan anak untuk sekolah yang tidak sesuai dengan kemampuan anak hanya karena gengsi atau mengikuti orang lain.
  5. Cari tahu kurikulum yang digunakan sekolah tersebut. Untuk mengetahui sistem pengajaran yang dilakukan.
  6. Kualitas dari sumber daya manusia disekolah tesebut mulai dari tenaga pengajar maupun tenaga pendidiknya. Karena dengan memiliki pangajar yang berkualitas secara skill dan sofskill maka diharapkan mampu membentuk siswa yang Berkualitas.
  7. Cek terlebih dahulu kondisi fisik sekolah, termasuk sarana atau fasilitas yang dimiliki termasuk ruang kelas, lapangan, toilet, dan kantin yang ada termasuk tempat parkir.
  8. Komite sekolah. Ini merupakan salah satu sarana untuk berkomunikasi antara orang tua dan pihak sekolah.
  9. Kegiatan ekstrakulikuler. Kegiatan apa saja yg disediakan oleh pihak sekolah dalam membantu siswanya dalam mengembangkan potensi minat bakat yang dimiliki.
  10. Guru bimbingan konseling atau character building teacher. Mungkin untuk tingkat sekolah dasar tidak semua memiliki guru tersebut namun sebenarnya sangat dibutuhkan dan mampu membantu permasalahan yang terjadi psda siswanya. Mengingat guru kelas sudah mempunyai banyak tugas yang dilakukan selain itu guru kelas setiap hari sudah memiliki banyak tanggung jawab.
  11. Memudahkan komunikasi dan koordinasi antara orang tua murid dengan pihak sekolah. Sekolah menyediakan dan memberikan kesempatan kepada orang tua murid dalam mengetahui perkembangan siswa.
  12. Lihat rekam jejak perkembangan sekolah tersebut dari tahun ketahun. Perlu bagi orang tua mengetahui perkembangan sekolah dari tahun ke tahun. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana kemajuan sekolah tersebut.
  13. Sekolah favorit belum tentu berkualitas dan berkualitas tidak selamanya mahal. Artinya kualitas dilihat dari banyak hal. Oleh karena itu hilangkan paradigma bahwa sekolah mahal selalu bagus.
  14. Kualitas karakter pengajar juga mempengaruhi proses belajar disekolah. Karena pengajarlah yang melakukan interaksi paling banyak kepada siswanya dan hal itu dapat mempengaruhi pembentukan dan perkembangan jiwa siswa mereka.
 Oleh: Patria Rahmawaty, S.Psi., M.MPd, Psikolog


Tags :
Biro Psikologi Balikpapan
Jasa Konsultasi Psikologi Balikpapan
Jasa Konsultasi
Biro Psikologi Balikpapan

Biro Belvalina Balikpapan

Meluangkan Waktu Bersama Anak Setelah Bekerja

(Image From uprint.id)

Sudah menjadi tugas orang tua untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya, baik kebutuhan jasmani dan rohani. Orang tua yang bijaksana hendaknya mampu untuk membagi waktu antara pekerjaan dengan anak-anak. Meskipun mereka sedang dibebani oleh berbagai pekerjaan dan masalah dikantor. Namun sebagai orang tua tetap harus tetap memiliki komitment untuk memberikan perhatiannya pada anak-anak mereka. Apalagi jika yg bekerja tidak hanya bapak tetapi ibu juga bekerja diluar rumah. Ini akan menjadikan konflik tersendiri apabila ibu kurang dapat membagi waktu kepada anak-anaknya.

Sebagaimana manusia biasa orang tua juga memiliki keterbatasan secara fisik. Terutama bila beban pekerjaan yg dilakukan cukup berat. Hingga mereka harus memusatkan pikiran secara intens terhadap pekerjaan tersebut. Namun disisi lain anak-anak tetap harus mendapatkan kasih sayang dan perhatian. Rasa lelah dan permasalahan dikantor dapat mempengaruhi iklim dilingkungan rumah. Tidak jarang orang tua menjadi sensitif hingga marah saat tiba dirumah menemukan anak-anak sedang membutuhkan mereka. Orang tua yang kurang peka dengan kondisi tersebut dapat membuat hubungan dengan anak-anak menjadi renggang. Apabila anak-anak sudah merasa diabaikan dapat mengakibatkan anak-anak menjauh dari orang tuanya sendiri dan mulai mencari kedekatan dengan lingkungan diluar rumah.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua yang bekerja untuk tetap memiliki relasi emosi positif dengan anggota keluarga:
  1. Imajinasikan pohon masalah dipintu masuk kedalam rumah. Sebelum masuk kedalam pagar rumah, bayangkan tiap orang mempunyai pohon untuk meletakkan semua permasalahan yang ada dikantor. Hingga harapannya saat masuk kedalam rumah sudah siap untuk bertemu dengan anggota keluarga baik itu pasangan dan anak-anak tanpa dipengaruhi oleh masalah-masalah dikantor. (demikian pula dikantor harus punya pohon masalah agar begitu masuk kantor sudah meletakan masalah rumah didepan kantor).
  2. Awali masuk rumah dengan salam, senyum dan sapaan dengan kata-kata yang manis kepada pasangan juga anak-anak. Agar terbangun suasana yang nyaman dirumah,
  3. Segeralah bertemu dengan anak-anak dan katakan betapa mereka selalu dipikirkan walau orang tua sedang bekerja. Apabila anak-anak masih kecil beri pelukan dan katakan bahwa mereka selalu ingat pada mereka walaupun dikantor.
  4. Tanya bagaimana perasaan mereka seharian, bila anak yang sudah sekolah tanyakan perasaan selama disekolah, apa yang dikerjakannya. Jangan dibiasakan dapat nilai berapa hari ini karena itu akan membuat anak menjadi ragu-ragu bercerita apabila mendapat nilai buruk.
  5. Dengarkan cerita mereka tanpa diputus karena ingin ganti baju atau menerima telepon. Apabila anak melakukan kesalahan jangan buru-buru dihakimi tapi tanyakan dulu masalahnya.
  6. Apabila anak mengajak bermain tetapi kita merasa lelah temani dahulu tapi katakan dengan waktu tertentu karna orang tua butuh ganti baju, dll. Namun setelah itu lanjutkan kembali.
  7. Jika masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan maka sebaiknya beritahu anak secara baik baik. Minta waktu untuk menyelesaikan dulu setelah itu bermain. Namun harus ditepati jangan sampai anak memiliki pemikiran orang tuanya menghindar untuk bermain dan anak merasa ditolak.
  8. Mintalah bantuan dari pasangan apabila kondisi benar-benar melelahkan.
  9. Sebaiknya saat bermain dengan anak setelah pulang kerja tidak diganggu oleh handphone.
  10. Jangan menampakan wajah lelah atau kata-kata yang membuat anak merasa bahwa dirinya tidak diperhatikan.

Menciptakan suasana yang menyenangkan dalam rumah tidaklah sulit selama kita mau mencoba dan tidak menyerah. Terlepas dari status sosial dan tingkat intelektualnya. Karena pada dasarnya tiap manusia tiap orang tua mempunyai kemampuan untuk menciptakan kedamaian dilingkungan rumahnya sendiri.



Oleh: Patria Rahmawaty, S.Psi., MMPd, Psikolog

Tags :
Biro Psikologi Balikpapan
Jasa Konsultasi Psikologi Balikpapan
Jasa Konsultasi
Biro Psikologi Balikpapan


Biro Belvalina Balikpapan